Terorisme Mengancam Negara
Indonesia kembali diserang oleh kasus-kasus terorisme.
Bahkan terdapat dua aksi terorisme yang kembali terjadi dalam rentang waktu
yang sangat berdekatan. Mulai dari aksi teror yang terjadu di Gereja Katedral
Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3/2021), hingga penyerangan oleh
seorang yang diduga perempuan di Mabes Polri pada hari Rabu (31/3/2021). Kedua
kasus terorisme ini hanya berjarak kurang lebih tiga hari, hal ini tentu saja
membuat suasana di Indonesia muali genting. Karena aksi terorisme merupakan
kasus yang membahayakan kemanan bangsa dan memang bisa saja terjadi di mana
saja.
Aksi terorisme yang pertama terjadi di Makassar adalah bom
bunuh diri yang diduga dilakukan olehpasangan suami istri dengan inisial L dan
YSF. Kejadian ini terjadi sekitar pada hari Minggu pukul 10.28 WITA, pada saat
jemaat baru saja selesai melaksanakan Misa Minggu Palma. Menurut keterangan
dari pihak berwajib, terduga yang merupakan dua orang sebagai suami istri
tersebut berboncengan dengan sepeda motor dan ingin menerobos masuk ke dalam
gereja. Akibatnya insiden tersebut membuat sekitar 20 orang mengalami luka
ringan hingga berat, termasuk jemaat dan petugas gereja.
Menurut keterangan pihak gereja, Pastor Wihelmus Tulak dari
Gereja Katedral Makassar menuturkan bahwasanya ledakan terjadi pada saat usai
ibadah misa kedua digelar. "Umat yang ikut ibadah kedua sudah pada pulang.
Kebetulan gereja punya beberapa pintu masuk dan pintu keluar, jadi tidak
konsentrasi di satu pintu," ujar Pastor Wihelmus. Saat itu sedang terjadi
sirkulasi jemaat misa antara yang sudah selesai dan hendak pulang, dengan
mereka yang baru saja datang untuk mengikuti jadwal misa yang selanjutnya.
Wihelmus juga menyebutkan, bahwa dua orang pelaku pengeboman tersebut datang
mendekat dengan menaiki sepeda motor. Beruntungnya, gerak gerik mereka sudah
dicurigai oleh petugas, sehingga petugas keamanan gereja berhasil mencegah
mereka untuk masuk.
"Tapi, sudah diamati petugas keamanan kami dan dia
menahan di pintu itu gerbang dan di situlah terjadi ledakan," papar Pastor
Wihelmus. Ledakan yang cukup besar tersebut berhasil terekam oleh kamera CCTV
yang terdapat di sekitar lokasi pengeboman. Hal tersebut pada akhirnya
mengakibatkan dua orang pelaku tewas dan 20 orang lainnya yang merupakan jemaat
gereja dan petugas gereja mengalami luka-luka.
Menurut keterangan dari Kapolda Sulawesi Selatan Kapolda
Irjen Merdisyam menyebutkan, bahwasanga ledakan yang terjadi tersebjt memiliki
daya ledak yang tinggi atau high explosive. Hal tersebjt juga dapat terlihat
dari dampak yang ditimbulkan, seperti terdapat kerusakan pintu gerbang gereja
dan kendaraan-kendaraan di sekitarnyabpada saat kejadian, hingga pecahnya kaca
hotel yang terdapat di sekiraran gereja. Sementara itu, Kapolri Jenderal (Pol)
Sigit Listyo menyampaikan bahwa ledakan tersebut diduga merupakan pengeboman
bunuh diri yang menggunakan peledak jenis bom panci. "Ledakan yang
terjadi, suicide bomb dengan menggunakan jenis bom panci," kata Listyo.
Keterangan yang didapatkan dari Kapolri Jendral Listyo Sigit
mengatakan bahwa aksi terorisme di Makassar tersebut merupakan teroris jaringan Jamaah Ansharut
Daulah (JAD). Hal tersebut membuat
mereka diduga terafiliasi dengan teroris yang melakukan bunuh diri di Jolo,
Filipina, tiga tahun yang lalu. Usai kejadian tersebut Presiden juga menghimbau
masyarakat untuk turut memerangi radikalisme dan diharapkan pula masyarajat
untuk tetap tenang dalam menjalani kegiatn ibadah karena negara telah menjamin
keamaan masyarakat itu sendiri.
Berlanjut pada aksi terorisme kedua yang terjadi di Mabes
Polri pada hari Rabu dan diduga dilakukan oleh seorang perempuan berinisial ZA
yang tiba-tiba menodongkan senjata kepada polisi. Setelah semoat terjadi
beberapa baku tembak, pada akhirnya Zakiah yang merupakan pelaku tersebut pun
tewas dilumpuhkan oleh polisi. Saat melakikan penyerangan di Mabes Polri
diketahui bahwasanya Zakiah Aini atau yang berinisial ZA tersebut membawa
senjata berjenis pistol gun dan sempat melepaskan tembakan.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, menyatakan
bahwa alarat krpolisian masi dalam tahap mendalami asal senjata yang digunakan
oleh pelaku ZA tersebut. "Asal senjata masih diselidiki karena yang
bersangkutan sudah meninggal," ujar Argo Yuwono dalam keterangannya, Jumat
(2/4/2021). Namun meskipun demikian, Argo Yuwono juga memastikan bahwa senjata
yang digunakan oleh pelaku teror ZA di Mabes Polri itu merupakan jenis Airgun
berkabiler 4,5 mm. Hal tersebut dipastikan usai dilakukan pendalaman serta
pengecekan melalui uji labfor atas sejumlah barang bukti yang mereka temukan
daei jasad pelaku teror tersebut.
Selain mendalami barang bukti berupa senjata, kepolisian
juga menyelidiku map berwarna kuning yang dibawah oleh pelaku ZA pada saat
melakukan aksi teror. Map kuning tersebut sempat disinggung oleh Kapolri Jenderal
Listyo Sigit Prabowo pada saat berlangsungnya konferensi pers beberapa jam usai
kejadian. "Iya, itu dia masih didalami oleh Densus. Isi-isi atau tulisan
yang ada dalam map kuning," kata Brigjen Rusdi dalam keterangannya kepada
wartawan Jumat (2/4/2021). Namun menurut Rusdi, pihaknya masih enggan
membeberkan lebih lanjut isj tulisan yang terdapat dalam map kuning tersebut. "Masih
diteliti dan didalami oleh Densus," tukas dia.
Menurut dua kejadian aksi terorisme yang terjadi pada bulam
maret lalu tentu saja menjadi ancaman tersendiri bagi keberlangsungan negara. Terlepas
dari siapapun pelaku penyerangan aksi teror tersebut, sudah sepatutnya sebagai
warga negara kita tidak menjadikan kejadian ini sebagai pengikis toleransi. Terdapat
pula berbagai spekulasi yang muncul atas dua kejadian yang baru saja kejadian
ini, tak jarang pula orang-orang mengaitkannya pada agama ataupun kepercayaan
tertentu. Tetapi sebagai warga negara yang baik tentu saja sikap tersebut tidak
dibenarkan, karena tidak ada agama yang bertanggung jawab atas aksi terorisme,
dalam artian tidak ada agama yang membenarkan hal tersebut. Integrasi bangsa
harus tetap terjaga, semoga masyarakat Indonesia aman dari serangan-serangan
yang mengancam keamanan negara.


Komentar
Posting Komentar